Program Studi Manajemen Jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kurikulum Tahun 2023 yang digelar secara daring (14/5/2023). Kegiatan diikuti oleh mahasiswa, dosen, lulusan, mitra lulusan, asosiasi profesi serta aliansi kelembagaan program studi. Kegiatan FGD dipandu Dr. Rofi Rofaida, SP., M.Si serta Dr. Alfira Sofia, ST., MM yang merupakan dosen Program Studi Manajemen Jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) FPEB UPI.
Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. Eeng Ahman, MS menjelaskan bahwa kegiatan Focus Group Discussion (FGD) evaluasi kurikulum ini diselenggarakan dalam rangka pembaharuan kurikulum Program Studi yang diselenggarakan selama 5 tahun sekali mengikuti kebijakan pemerintah dan Universitas. Perubahan kurikulum dilakukan mengikuti perkembangan dan perubahan lingkungan internal dan ekternal. Pimpinan Fakultas menyampaikan apresiasi bagi Dr. Maya Sari, SE., MM selaku Ketua Program Studi atas pencapaian kinerja kelembagaan baik pada bidang akademik serta peningkatan jumlah mahasiswa pada program studi
Dr. Maya Sari, SE., MM selaku Ketua Program Studi Manajemen Jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) mengatakan bahwa sebelumnya dalam penyelenggaraan akademik pada program studi menggunakan kurikulum 2018. Melalui FGD ini, diharapkan dapat mengembangkan perubahan kurikulum mengikuti perkembangan lingkungan profesi, mitra dan lulusan serta kebijakan universitas dalam pencapaian indikator kinerja utama dan pemeringkatan kelas dunia (word class university). Pada kegiatan FGD ini hadir sejumlah narasumber yaitu Dr. Ratri Wahyuningtyas, S.T., M.M Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, Prof. Tulus Haryono, S.E, M.Ek Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus pembina dan pendiri Aliansi Program Doktor Manajemen Indonesia (APDMI), Dr. Ica Rika Candraningrat, SE., MM selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Udayana sekaligus menjabat sebagai Ketua II Aliansi Program Magister Manajemen Indonesia (APMMI) serta mitra lulusan dari dunia industri Bapak Dr (C) Ucu Supriatna, SE., MH., CRBD selaku Ketua YKP Bank Jabar Banten.
Dr. Ratri Wahyuningtyas, S.T., M.M membahas tentang Implementasi Outcame Base education (OBE) pada penyelenggaraan akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University. Menurutnya, penerapan OBE dalam penyelenggaraan akademik sudah dilakukan dari Tahun 2018 mengikuti kebijakan universitas. OBE ini bersifat baru serta terdapat perbedaan dengan sebelumnya yang fokus terhadap apa yang disampaikan dosen, berubah menjadi apa yang dikembangkan mahasiswa. Implementasi OBE ini dilakukan evaluasi setiap satu tahun sekali dengan memberikan masukan dari stakeholder. OBE ini berangkat dari profil lulusan yang dibangun, lalu memunculkan indikator ketercapaian atau outcome, proses assessment serta bagaimana hasil pencapaian proses outcomenya. Melalui implementasi OBE ini terjadi perubahan dan peningkatan profesionalisme lulusan.
Menurut Prof. Tulus Haryono, S.E, M.Ek bahwa pada FGD evaluasi kurikulum tahun 2023 pada program studi, perlunya perubahan dan penyesuaian visi dan misi pada kelembagaan Program Studi Manajemen jenjang Magister (S2) serta jenjang Doktor (S3) Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia. Visi pada program studi diarahkan pada profil lulusanya yang nantinya akan dijabarkan didalam kurikulum serta dilanjutkan bagaimana penyelenggaraan akademiknya. Prof. Tulus Haryono, S.E, M.Ek mengharapkan adanya penyederhanaan jumlah mata kuliah dan meningkatkan jumlah SKS mata kuliah. Penyelenggaraan akademik perkuliahan pada jenjang Doktor (S3) diarahkan pada penyelesaian tugas akhir disertasi serta publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.
Dr. Ica Rika Candraningrat, SE., MM membahas fungsi asosiasi dalam mewadahi berbagai pemikiran dalam penyelenggaraan akademik semua program studi manajemen jenjang magister di Indonesia. Pada penyelenggaraan akademik dan kurikulium APPMI juga mengacu pada kebijakan pemerintah melalui SN Dikti, Outcome Base Education (OBE) serta CPL yang dirumuskan oleh Asosiasi. Penyusunan kurikulum yang dilakukan melalui berbagai tahapan diantaranya penyusunan profil lulusan, penentuan tujuan program studi, penentuan Program educational Objective (PEO), penentuan Program Learning Outcome (PLO) dan mengimplementasikanya kedalam bahan kajian pada mata kuliah (Body knowledge)
Pada FGD ini, juga melibatkan mitra lulusan dari dunia industri. Menurut Dr (C) Ucu Supriatna, SE., MH., CRBD selaku Ketua YKP Bank Jabar Banten menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman sebagai praktisi, bahwa kurikulum yang dikembangkan oleh program studi manajemen jenjang magister (S2) dan jenjang doktor (S3) diharapkan dapat mengadaptasi perkembangan teknologi sehingga memberikan dampak pada perkembangan lulusan dan teknologi. Kurikulum yang dikembangkan agar mendukung upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang siap denhan disrupsi teknologi dan informasi. Selain itu juga diharapkan adanya penyesuaian visi dan misi program studi dengan perkembangan industry 4.0 dan teknologi informasi. Melalui perubahan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan industry diharapkan agar program studi dapat mempersiapkan sumber daya manusia professional, unggul dan berdaya saing. Berbagai masukan yang diberikan terhadap perubahan kurikulum diantaranya agar bisa mengakomodasi mata kuliah bisnis digital dan teknologi informasi dan komunikasi, terdapat program studi banding ke perusahan luar negeri, keterlibatan dalam Tridharma Perguruan Tinggi terutama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta membantu publikasi pada jurnal nasional dan internasional.
Para guru besar sekaligus dosen Program Studi Manajemen jenjang Magister (S2) serta jenjang Doktor (S3) memberikan tanggapan pada FGD ini diantaranya Prof. Dr. H. Syamsul Hadi Senen, M.M yang menjelaskan bahwa upaya perlunya perubahan kurikulum ini dilakukan untuk merespon perkembangan lingkungan internal dan ekternal dalam rangka meningkatkan kualitas capaian lulusan. Prof. Dr. Hj. Ratih Hurriyati, MP selaku dosen pada Program Studi Manajemen jenjang Magister (S2) serta jenjang Doktor (S3) sekaligus Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Sumber Daya Sekolah Pascasarjana UPI mengungkapkan tentang perlunya redesain kurikulum dalam rangka mengikuti ketentuan perguruan tinggi, ketentuan penjamiman mutu serta sebagai upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan akademik yang bereputasi internasional seperti peningkatan capaian publikasi ilmiah pada indeks internasional serta mahasiswa program internasional. Upaya perubahan perubahan tersebut sudah dilakukan dari mulai program studi ini lahir sejak Tahun 2005 dan terus akan dilakukan perubahan dimasa yang akan datang. Pada akhir pembahasan FGD ini, Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P selaku dosen pada Program Studi Manajemen jenjang Magister (S2) serta jenjang Doktor (S3) sekaligus Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan dan Sistem Informasi Universitas Pendidikan Indonesia menjelaskan bahwa dalam perubahan kurikulum ini program studi harus memiliki kekhasan, sesuatu yang unggul dan berbeda dalam penyelenggaraan akademik dan kelembagaanya yang tertuang didalam kurikulum tersebut. Selain itu melalui FGD ini Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P mengharapkan upaya intervensi dan perbaikan yang sungguh-sungguh dalam implementasi perubahan kurikulum pada program studi. Perubahan kurikulum pada program studi telah dan harus mengikuti kebijakan pemerintah dan penjaminan mutu nasional dan internasional.
Lampiran Dokumentasi






